Analysis of the Use of Figurative Language in the Novel The Scarlet Letter By Nathaniel Hawthorne
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v8i12.9755Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan dan fungsi bahasa kias (figurative language) dalam novel The Scarlet Letter karya Nathaniel Hawthorne. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan stilistika, penelitian ini mengidentifikasi jenis, makna, serta pesan moral yang disampaikan melalui majas seperti metafora, simile, personifikasi, simbolisme, dan ironi. Data dikumpulkan melalui teknik pembacaan mendalam dan dokumentasi teks, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman (2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa kias dalam The Scarlet Letter tidak hanya berfungsi sebagai unsur estetis, tetapi juga sebagai media untuk mengekspresikan konflik moral, kritik sosial, dan kompleksitas psikologis tokoh. Metafora seperti “a fire had long smouldered in his bosom” menggambarkan rasa bersalah tersembunyi, sementara simbol huruf merah “A” merepresentasikan transformasi dari dosa menuju kekuatan diri. Bahasa kias berperan penting dalam membangun makna naratif dan menjadi sarana Hawthorne mengkritik moralitas Puritan yang kaku serta mengeksplorasi emosi, rasa bersalah, dan penebusan manusia. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan studi sastra klasik serta menegaskan nilai pedagogis bahasa kias dalam pembelajaran sastra Inggris.







