Hubungan Self-Disclosure dengan Kecemasan Sosial pada Siswa
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v9i1.10147Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-disclosure dengan kecemasan sosial pada siswa remaja awal di SMP. Self-disclosure dipandang sebagai kemampuan individu dalam mengungkapkan pikiran dan perasaan kepada orang lain, sedangkan kecemasan sosial berkaitan dengan ketakutan akan evaluasi negatif dalam situasi sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel berjumlah 97 siswa kelas VII SMP “X” yang dipilih melalui cluster sampling. Instrumen berupa skala self-disclosure dan skala kecemasan sosial berbasis Likert 1–4 yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, dengan 18 item valid (? = 0,786) pada skala self-disclosure dan 17 item valid (? = 0,810) pada skala kecemasan sosial. Analisis dilakukan melalui uji asumsi (normalitas dan linearitas) serta uji Pearson Correlation. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara self-disclosure dengan kecemasan sosial dengan nilai Sig. 0,267 (>0,05). Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dengan menunjukkan bahwa self-disclosure bukan merupakan prediktor langsung kecemasan sosial pada siswa, sehingga memperkaya kajian bimbingan dan konseling serta menjadi dasar bagi pengembangan intervensi yang lebih berfokus pada faktor lain yang relevan.







