Hubugan Antara Emotional Intelligence dengan Self-Efficacy pada Guru Pengajar Inklusi
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v9i1.10219Abstract
Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dan efkasi diri pada guru pengajar inklusi di SMA Negeri Dlingo. Kecerdasan emosional dipahami sebagai kemampuan mengenali dan mengelola emosi, sedangkan efikasi diri merupakan keyakinan guru terhadap kemampuannya menghadapi tuntutan pembelajaran inklusi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan teknik sampling jenuh pada 30 guru, serta instrumen skala kecerdasan emosional dan efikasi diri. Analisis Spearman Rank menunjukkan hubungan positif yang kuat dan signifikan (? = 0,690; p = 0,000). Temuan ini menunjukkan bahwa guru dengan kecerdasan emosional lebih tinggi memiliki efikasi diri yang lebih kuat dalam mengajar inklusif. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat pemahaman mengenai peran kecerdasan emosional terhadap pembentukan efikasi diri; secara praktis, hasilnya menegaskan pentingnya pelatihan kompetensi emosional bagi guru untuk meningkatkan efektivitas pengajaran inklusi.







