Analisis Longitudinal Skor TOEFL sebagai Dasar Pengembangan Strategi Pembelajaran Bahasa Inggris di Perguruan Tinggi
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v9i3.10257Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan skor TOEFL mahasiswa secara longitudinal sebagai dasar perumusan strategi pembelajaran bahasa Inggris di perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif-komparatif dengan dukungan data kualitatif. Data kuantitatif berupa skor TOEFL dari dua kali pengukuran dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji paired sample t-test, dan independent sample t-test, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara singkat untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pencapaian skor TOEFL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa Pendidikan Matematika mengalami peningkatan rerata skor TOEFL dari 320,50 menjadi 332,78, namun peningkatan tersebut tidak signifikan secara statistik (p = 0,646). Sebaliknya, mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris mengalami penurunan rerata skor TOEFL yang signifikan dari 393,00 menjadi 347,92 (p = 0,035). Selain itu, hasil uji independent sample t-test menunjukkan adanya perbedaan skor TOEFL yang signifikan antara kedua program studi, dengan rerata skor mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris (M = 383,61) lebih tinggi dibandingkan mahasiswa Pendidikan Matematika (M = 332,78) (p = 0,017). Temuan kualitatif mengungkapkan bahwa dukungan dosen, latihan mandiri, dan pemanfaatan media pembelajaran digital menjadi faktor pendukung pencapaian skor TOEFL, sedangkan kesulitan pada aspek listening, keterbatasan kosakata akademik, kecemasan menghadapi tes, serta perbedaan latar belakang akademik menjadi faktor penghambat utama. Penelitian ini menegaskan bahwa performa TOEFL dipengaruhi tidak hanya oleh kompetensi linguistik, tetapi juga oleh faktor psikologis dan kontekstual, sehingga diperlukan strategi pembelajaran TOEFL berbasis kebutuhan mahasiswa sesuai dengan karakteristik akademik mereka.







