Dekolonisasi Pengetahuan dan Penguatan Kearifan Lokal dalam Praktik Konseling Multikultural di Indonesia

Authors

  • Daniyatillah Daniyatillah Universitas Negeri Surabaya, Indonesia
  • Budiyanto Budiyanto Universitas Negeri Surabaya, Indonesia
  • Evi Winingsih Universitas Negeri Surabaya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54371/jiip.v9i1.10298

Abstract

Bimbingan dan Konseling (BK) di Indonesia menghadapi tantangan epistemologis akibat dominasi teori Barat yang berlandaskan nilai individualistik dan kurang selaras dengan karakter sosio-kultural masyarakat Nusantara. Kondisi ini menuntut penyesuaian paradigma agar praktik BK memiliki relevansi kultural dan legitimasi kontekstual. Artikel ini bertujuan mengkaji urgensi dekolonisasi pengetahuan dalam keilmuan BK serta menegaskan peran kearifan lokal sebagai basis teoretis praktik Konseling Multikultural yang autentik. Kajian ini menggunakan analisis teoritis dan refleksi kritis terhadap literatur kunci yang membahas epistemologi konseling, hegemoni teori universal, dan pendekatan indigenous. Pembahasan menyoroti perlunya rekonstruksi epistemologi BK melalui integrasi nilai-nilai lokal yang bersifat komunal, spiritual, dan relasional. Hasil kajian konseptual menunjukkan bahwa kearifan lokal dapat berfungsi sebagai landasan alternatif dalam pengembangan kompetensi multikultural konselor serta sebagai kerangka teoretis bagi formulasi model Konseling Indigenous. Kontribusi utama artikel ini terletak pada penguatan perspektif epistemologis BK Indonesia yang berorientasi kontekstual dan dekolonial. Artikel ini merekomendasikan integrasi sistematis kearifan lokal dalam kurikulum dan pelatihan profesional BK guna memperkuat profesionalitas konselor dan menghasilkan layanan yang selaras dengan budaya bangsa.

Published

2026-01-17

How to Cite

Daniyatillah, D., Budiyanto, B., & Winingsih, E. . (2026). Dekolonisasi Pengetahuan dan Penguatan Kearifan Lokal dalam Praktik Konseling Multikultural di Indonesia. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 9(1), 1113-1119. https://doi.org/10.54371/jiip.v9i1.10298