Gambaran Pola Asuh Orang Tua Menurut Persepsi Remaja di Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v9i1.10307Abstract
Pola asuh orang tua memiliki peran krusial dalam pembentukan karakter dan perkembangan psikososial remaja. Di Desa Noelbaki, fenomena pola asuh yang kurang optimal masih sering ditemukan, yang berpotensi menimbulkan dampak negatif pada perkembangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami gambaran pola asuh orang tua menurut persepsi remaja di Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi ini melibatkan enam partisipan remaja berusia 18-22 tahun yang dipilih melalui purposive sampling dan snowball sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasilnya, penelitian ini mengidentifikasi empat pola asuh utama: demokratis, permisif, otoriter, dan pengabaian. Pola demokratis menunjukkan dorongan kemandirian yang menimbulkan respons beragam (tertekan vs termotivasi). Pola permisif memberikan kebebasan tinggi namun kadang menimbulkan kebingungan. Pola otoriter ditandai dengan aturan ketat, hukuman, dan perasaan takut yang signifikan. Pola pengabaian menunjukkan pemenuhan kebutuhan fisik namun kurangnya perhatian emosional, menyebabkan perasaan terasingkan. Pola asuh sangat memengaruhi perkembangan emosional, sosial, dan psikologis remaja. Pola demokratis cenderung menghasilkan outcome positif, sementara pola otoriter dan pengabaian menimbulkan dampak merugikan. Temuan ini menekankan pentingnya keseimbangan antara responsivitas dan tuntutan dalam pengasuhan.







