Internalisasi Nilai Budaya Tari Muang Sangkal dan Tari Rokat Tase’: Pembentukan Dimensi Profil Lulusan di Sekolah Dasar Kepulauan Sapudi
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v9i1.10353Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai-nilai budaya dan pendidikan yang terkandung dalam Tari Muang Sangkal dan Tari Rokat Tase’ serta menelaah proses internalisasinya dalam membentuk delapan dimensi profil pelajar Pancasila di Kepulauan Sapudi, Kabupaten Sumenep. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi-studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi di SDN Pancor 1 (23 siswa) dan SDN Pancor 3 (26 siswa). Informan penelitian mencakup guru seni budaya, kepala sekolah, tokoh budaya, dan orang tua murid. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Muang Sangkal menanamkan nilai kerja keras, gotong royong, dan kemandirian, sedangkan Tari Rokat Tase’ mengajarkan religiusitas, rasa syukur, kepedulian sosial, dan harmoni dengan alam. Nilai-nilai tersebut berkontribusi langsung terhadap pembentukan dimensi beriman, mandiri, bergotong royong, dan berakhlak mulia dalam profil pelajar Pancasila. Proses internalisasi berlangsung melalui pembelajaran yang partisipatif, reflektif, dan kontekstual. Secara teoretis, penelitian ini memperluas konsep ethnopedagogical character education melalui pendekatan performative cultural learning. Secara praktis, hasilnya merekomendasikan integrasi seni tradisional dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) sebagai strategi pelestarian budaya sekaligus penguatan karakter peserta didik.







