Hubungan antara Regulasi Emosi terhadap Perilaku Bullying di SMA X Kota Sorong
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v9i1.10418Abstract
Penelitian ini dilatar belakangi oleh tingginya kasus bullying di lingkungan pendidikan Indonesia, termasuk Kota Sorong, serta minimnya data lokal terkait fenomena tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara regulasi emosi dengan perilaku bullying pada siswa SMA X Kota Sorong. Penelitian menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan sampel berjumlah 248 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan dua instrumen terstandar, yaitu skala regulasi emosi dan skala bullying yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan uji asumsi statistik dan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi emosi memiliki hubungan negatif yang signifikan dengan perilaku bullying (? = -0,221; p = 0,003), yang berarti semakin tinggi kemampuan regulasi emosi siswa, semakin rendah kecenderungan mereka melakukan perilaku bullying. Mayoritas siswa berada pada kategori regulasi emosi sedang dan kategori perilaku bullying tinggi, yang mengindikasikan perlunya intervensi berbasis pengembangan keterampilan emosional. Temuan ini menegaskan bahwa regulasi emosi merupakan faktor penting dalam pencegahan bullying di sekolah. Implikasi penelitian merekomendasikan sekolah untuk mengembangkan program penguatan regulasi emosi serta mendorong peran orang tua dalam membangun lingkungan emosional yang suportif di rumah.







