Sistem Evaluasi Berbasis AI dalam Pendidikan: Dilema Etis dan Implikasi Kebijakan untuk Kepemimpinan Sekolah

DOI:

https://doi.org/10.54371/jiip.v9i1.10435

Abstract

Penerapan evaluasi pembelajaran berbasis Artificial Intelligence (AI) semakin meningkat seiring tuntutan efisiensi, objektivitas, dan personalisasi penilaian. Namun, kajian yang ada umumnya berfokus pada aspek teknis, sementara dimensi etis, kebijakan, dan kepemimpinan sekolah masih dibahas secara terpisah. Penelitian ini bertujuan menyajikan pemahaman integratif mengenai evaluasi berbasis AI melalui sintesis literatur yang mengkaji efektivitas, tantangan etis, kerangka kebijakan, dan peran kepemimpinan sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan terhadap artikel jurnal, buku ilmiah, dan laporan resmi yang dipublikasikan pada periode 2014–2025, yang dianalisis menggunakan sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI meningkatkan efisiensi, konsistensi, dan umpan balik adaptif dalam evaluasi pembelajaran, tetapi juga menimbulkan isu etis terkait privasi data, bias algoritma, transparansi sistem, serta berkurangnya interaksi pedagogis. Secara teoretis, penelitian ini memandang evaluasi berbasis AI sebagai sistem sosio-teknis yang menuntut integrasi antara teknologi, tata kelola etis, kebijakan institusional, dan kepemimpinan sekolah. Secara praktis, temuan ini menegaskan peran strategis pimpinan sekolah dalam mengatur penggunaan AI, melindungi data peserta didik, dan memastikan AI berfungsi sebagai pendukung, bukan pengganti, praktik pedagogis yang berorientasi pada nilai kemanusiaan.

Published

2026-01-17

How to Cite

Sistem Evaluasi Berbasis AI dalam Pendidikan: Dilema Etis dan Implikasi Kebijakan untuk Kepemimpinan Sekolah. (2026). JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 9(1), 158-165. https://doi.org/10.54371/jiip.v9i1.10435