The Role of Guerrilla Marketing, Brand Image and Brand Awareness on Purchasing Decisions: Case Study at Luxxe Studio

Authors

  • Sabila Anjani Syahrul Institut Teknologi Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54371/jiip.v9i1.10578

Abstract

Temuan ini menunjukkan bahwa konten Luxxe yang bergaya gerilya dan menarik secara estetika di Instagram efektif dalam menarik perhatian dan menghasilkan minat awal dalam skala luas namun tidak memunculkan konversi yang sama terhadap penjualan.  Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini terutama adalah penelitian kuantitatif di mana penulis menggunakan survei untuk mengumpulkan semua data (222 responden) sementara untuk menguji variabel (Pemasaran Gerilya, Citra Merek, Kesadaran Merek, dan Keputusan Pembelian), penulis menggunakan metode SEM dengan SmartPLS versi 4 untuk menguji model struktur serta validitas dan reliabilitasnya. Berdasarkan pengujian, penulis menemukan bahwa semua hipotesis yang dikembangkan didukung dengan nilai p <0,05. Nilai ini berarti semua variabel dependen memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel independen, di mana variabel Citra Merek dan Kesadaran Merek berperan sebagai variabel mediasi antara Pemasaran Gerilya (Guerilla Marketing) dan Keputusan Pembelian.Berdasarkan hasil tersebut, penulis menyarankan bahwa untuk kasus ini, studio Luxxe sebaiknya berfokus pada penyampaian konten mewah untuk meningkatkan kesadaran dan citra merek yang memiliki tingkat konversi tinggi terhadap keputusan pembelian, sekaligus mempertahankan Pemasaran Gerilya sebagai mesin pendorong untuk meningkatkan nilai Citra Merek dan Kesadaran Merek, alih-alih mengharapkannya untuk langsung dikonversi menjadi pembelian.

Published

2026-01-23

How to Cite

Syahrul, S. A. . (2026). The Role of Guerrilla Marketing, Brand Image and Brand Awareness on Purchasing Decisions: Case Study at Luxxe Studio. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 9(1), 1411-1425. https://doi.org/10.54371/jiip.v9i1.10578