Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah dalam Menyelesaikan Soal Hots Ditinjau dari Self-efficacy
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v9i3.11037Abstract
Kemampuan pemecahan masalah menjadi keterampilan yang sangat penting, terutama dalam menyelesaikan soal HOTS. Meskipun demikian, kemampuan siswa tersebut masih dianggap rendah, salah satunya dipengaruhi oleh komponen afektif berupa self-efficacy. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan siswa dalam memecahkan soal HOTS ditinjau self-efficacy. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan subjek sebanyak 31 siswa kelas VIII di salah satu SMP Kabupaten Grobogan. Teknik pengumpulan data dilaksanakan menggunakan tes soal HOTS, angket self-efficacy dan wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini menerapkan model Miles dan Huberman yang mencakup tahapan reduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan, serta dilakukan uji keabsahan data melalui teknik triangulasi. Hasil angket menunjukkan bahwa terdapat 5 siswa berkategori self-efficacy tinggi, 24 sedang, dan 2 rendah. Selanjutnya dipilih tiga subjek yang mewakili setiap kategori. Temuan penelitian menunjukkan bahwa siswa yang memiliki tingkat self-efficacy tinggi mampu memenuhi seluruh indikator pemecahan masalah pada aspek menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Siswa dengan tingkat keyakinan diri sedang mampu menyelesaikan soal tetapi masih mengalami keraguan dalam penyusunan model dan evaluasi hasil. Sebaliknya, siswa dengan keyakinan diri rendah mengalami kesulitan sejak memahami masalah hingga menyusun penyelesaian. Dengan demikian, self-efficacy memiliki peran positif dalam mendukung kemampuan siswa untuk memecahkan masalah matematis saat menyelesaikan soal HOTS.







