Krisis Identitas Tokoh Awan dalam Film “Nanti Kita Cerita Tentang Hari ini”
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v9i3.11069Abstract
Fenomena krisis identitas yang dialami remaja menjadi isu penting seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental dan dinamika keluarga. Film “Nanti Kita Cerita tentang Hari ini” (NKCTHI) merepresentasikan perjalanan psikologis tokoh Awan dalam menghadapi tekanan sosial, ekspektasi keluarga, dan pencarian jati diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk krisis identitas yang dialami oleh tokoh Awan dalam film, serta faktor penyebab dan proses penyelesaiannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi sastra yang dipadukan dengan landasan teori psikososial Erik Erikson dan teori James E Marcia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan analisis isi, data yang digunakan pada penelitian ini berupa dialog dan adegan yang berkaitan dengan krisis identitas pada film. Sumber data pada penelitian ini adalah film Nanti Kita Cerita tentang Hari ini. Data diuraikan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis identitas tokoh Awan muncul dalam bentuk kebingungan peran dan kebingungan identitas yang ditandai dengan kebingungan menentukan pilihan hidup, ketergantungan pada keputusan keluarga, serta rendahnya otonomi diri. Faktor utama penyebab krisis identitas berasal dari pola asuh protektif dan dominasi ayah. Proses penyelesaian krisis identitas Awan terjadi secara bertahap, dimulai dari mencoba hal-hal baru di luar zona nyaman, kemudian berani menyampaikan pendapat dan melawan dengan cara baik, hingga akhirnya membayangkan pengalaman hidupnya dan memahami dirinya sendiri. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pembentukan jati diri Awan tidak terjadi secara instan, tetapi melalui konflik batin, hubungan dengan orang lain, dan proses memahami pengalaman hidupnya.







