Komunikasi Lintas Budaya Mahasiswa Asing di Kampus Islam dalam Mengurangi Gegar Budaya di Yogyakarta

Authors

  • Pinasti Giry Rahma Ariyanti Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Indonesia
  • Muhammad Najih Farihanto Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54371/jiip.v9i3.11091

Abstract

Globalisasi pendidikan meningkatkan jumlah mahasiswa internasional yang menempuh studi di Indonesia, termasuk pada perguruan tinggi Islam di Yogyakarta. Kehadiran mereka tidak hanya berkaitan dengan pertukaran akademik, tetapi juga proses penyesuaian budaya dan tantangan komunikasi lintas budaya. Penelitian ini mengkaji adaptasi komunikasi dan pengalaman gegar budaya mahasiswa asing dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam mahasiswa di Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD), dilengkapi observasi, serta dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan triangulasi sumber. Hasil menunjukkan tahapan adaptasi sesuai teori Oberg: honeymoon, crisis, recovery, dan adjustment. Antusiasme awal terhadap suasana religius dan keramahan masyarakat diikuti kendala bahasa, gaya komunikasi tidak langsung, serta perbedaan norma sosial. Pemulihan terjadi melalui interaksi dengan teman lokal Muslim, program pengenalan budaya, dan pembelajaran Bahasa Indonesia. Pada tahap penyesuaian, mahasiswa menerima perbedaan budaya dan memandang kampus Islam sebagai lingkungan toleran karena praktik keagamaan tidak dipaksakan. Temuan menegaskan pentingnya komunikasi interpersonal, dukungan institusi, dan sikap inklusif dalam keberhasilan adaptasi mahasiswa asing.

Published

2026-03-08

How to Cite

Ariyanti, P. G. R., & Farihanto, M. N. . (2026). Komunikasi Lintas Budaya Mahasiswa Asing di Kampus Islam dalam Mengurangi Gegar Budaya di Yogyakarta. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 9(3), 3801-3808. https://doi.org/10.54371/jiip.v9i3.11091