Prinsip Dasar Epistemologi Islam
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v7i8.5034Abstract
Epistemologi, sebagai cabang filsafat yang menggali esensi ilmu pengetahuan, sering kali terlupakan dalam dunia riset. Banyak peneliti pemula cenderung menganggap epistemologi sebagai konsep filsafat yang terlalu abstrak dan tak berhubungan dengan metodologi. Akibatnya, riset sering kali tidak berakar pada realitas yang ingin diteliti, melainkan lebih terfokus pada pemilihan metode yang sudah dikuasai. Tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui lebih dalam kegunaan epistemologi dalam kajian metodologi penelitian. Metode penelitian yang diterapkan adalah menggunakan sumber kepustakaan (Library Research). Pendekatan ini melibatkan eksplorasi bahan pustaka atau data sekunder, termasuk bahan primer seperti buku, jurnal, dan sejenisnya yang relevan dengan topik yang dibahas. Hasil penelitian menunjukan Epistemologi dalam perspektif Islam yaitu epistemologi relasional, dimana dari satu unsur selalu ada hubungannya dengan unsur yang lainnya. Secara keagamaan dalam Islam dikenal adanya tiga tahapan yaitu Iman, Islam dan Ihsan. Dalam klasifikasinya teori kebenaran menurut epistimologi Islam menjadi beberapa macam, diantaranya sebagai berikut: 1. Teori Korespondensi, 2. Teori Koherensi, 3. Teori Pragmatism.