Ulama Perempuan Madura: Nyai Aqidah Usymuni dalam Memperjuangkan Feminisme dan Pendidikan
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v7i8.5168Abstract
Artikel ini membahas tentang gerakan feminisme untuk mendorong perempuan agar mempunyai keberanian sehingga dapat melawan ketidakadilan dan kekerasan yang mereka alami sehingga memperoleh hak yang seharusnya ia dapatkan. Pasalnya, hingga saat ini masih terdapat pandangan bahwa perempuan memiliki kedudukan yang lebih rendah dari pada laki-laki. Pandangan tersebut muncul di kalangan masyarakat yang masih menganut budaya patriarki. Demikian pula ulama tradisional yang seringkali menafsirkan al-Qur’an dengan metode klasik sehingga hasil penafsirannya cenderung bias gender yang menganggap bahwa perempuan hanya boleh berada di lingkungan domestik. Berangkat dari sinilah penulis mengangkat pemikiran dan gerakan seorang feminis yang berasal dari Sumenep, Madura yakni Nyai Aqidah Usymuni yang berusaha merubah pandangan dan berupaya mendorong perempuan agar keluar dari ketertindasan sehingga tidak dikebiri haknya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Nyai Aqidah berpandangan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki derajat serta potensi yang setara, perempuan juga berhak mendapatkan pendidikan yang tinggi sehingga nantinya bisa melahirkan generasi penerus yang berkualitas. Pemikiran Nyai Aqidah ia tuangkan dengan membangun pondok pesantren dan sekolah formal sehingga para perempuan yang tidak memiliki keuangan yang cukup bisa melanjutkan pendidikan dengan beasiswa di sekolah yang ia dirikan, selain itu Nyai Aqidah juga terjun ke masyarakat dengan membantu persoalan yang dihadapi oleh para perempuan.